Our "Putra Samudra"
Alhamdulillah sedikit demi sedikit rencana-rencana hidup mulai terealisasikan. Membangun sebuah keluarga yang mandiri tentu bukanlah suatu hal yang mudah. Hal tersebut memerlukan rencana matang yang perlu dijalankan dengan penuh perhitungan.
Sebagai seorang istri, aku tidak boleh hanya berpangku tangan. Keseimbangan peran dalam rumah tangga menjadi hal penting yang harus diperhatikan. Keluarga kecil kami mempunyai banyak impian, banyak cita-cita. Beberapa orang mungkin akan berpendapat "buat apa cita-cita tinggi, hidup sakmadyone (hidup ya sesuai dengan yang ada aja)". Aku tidak menyalahkan kalimat tersebut, karena memang target atau goal setiap orang dan keluarga berbeda.
Dulu cita-citaku sangat sederhana, mempunyai pekerjaan yang mapan dan bisa mandiri (karena saat itu aku hanya memikirkan diri sendiri). Namun, seiring dengan bertambahnya usia dan mempunyai keluarga kecil sendiri, banyak hal yang dipikirkan (I mean I don't want to be selfish), karena kita mempunyai keluarga yang memang harus diperjuangkan. Bersusah-susah dahulu, bersenang-senang kemudian (hampir menyerupai kalimat tersebut). Mungkin memang jika mengikuti arus air, keluarga kami termasuk keluarga yang harus banyak bersyukur (apa-apa cemepak atau bisa dikatakan berkecukupan).
Sekarang aku sadar, bagaimana orang tua dulu sangat bersusah payah dan bekerja keras. Hal tersebut dilakukan hanya karena mereka ingin anak-anaknya hidup layak dan tidak merasakan kesusahan. Setiap orang tua menginginkan hal terbaik untuk anak-anaknya (itu sudah sangat pasti).
Sudah saatnya kita sebagai seorang anak untuk berjuang, tidak hanya menerima semua hal dari orang tua, kita sebagai anak harus membuktikan jika kita bisa menjadikan orang tua kita suri tauladan, cerminan bagaimana mereka dahulu berjuang. Roda kehidupan sudah pasti terus berputar, akan ada yang terus bertahan dan juga pasti ada yang tumbang, menguatkan diri, berdoa, bekerja keras merupakan kunci untuk tetap bertahan.
"Sholawatin dek" itulah pesan yang sering diucapkan oleh suami. Berdoa, karena banyak sekali rencana-rencana baik jangka pendek maupun jangka panjang yang musti terus kita perjuangkan.





Comments