top of page
Search

Be grateful whatever our profession 💕

Oct 29, 2020
1 min read

Updated: Nov 3, 2020


Setelah menyelesaikan sekolah kedokteran, Paul dan Lucypun menikah, kemudian menuju California untuk memulai menjadi dokter residen. Sebagai seorang residen, Paul bekerja 100 jam dalam seminggu diluar peraturan resmi yang membatasi jam kerja hingga 88 jam dalam seminggu. Namun, selalu ada lebih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan.


Paul menceritakan, jika tidak semua dokter residen sanggup menghadapi tekanan. Seiring dengan keahliannya yang meningkat, tanggung jawab yang dipikul Paulpun juga meningkat. Paul memerlukan kemampuan prognosis yang mustahil untuk belajar menilai hidup siapa yang bisa diselamatkan, hidup siapa yang tidak bisa diselamatkan dan hidup siapa yang seharusnya tidak diselamatkan. Beberapa pasien bersikeras untuk tetap hidup dan merengkuh peluangnya dengan mata terbuka. Namun, banyak pula yang pasrah atau tidak sanggup, dan dokter bedah saraf harus belajar memutuskan.


Paul memulai karir antara lain untuk memburu kematian, meraihnya, membuka selubungnya dan melihatnya secara langsung tanpa mengedipkan matanya. Bedah saraf telah membuat Paul terpikat karena berhubungan dengan otak dan kesadaran yang saling terjalin, serta kehidupan dan kematian.


Bagi kebanyakan orang, bekerja sebagai seorang dokter atau tenaga kesehatan mungkin terlihat "enak" atau sederhananya seseorang akan beranggapan bahwa pekerjaan tersebut adalah pekerjaan yang bisa mendapatkan banyak uang. Aku sendiri beranggapan bahwa semua pekerjaan atau profesi itu membutuhkan perjuangan dan pengorbanan. Semua mempunyai porsi masing-masing sesuai dengan tingkat kesulitannya. Segala sesuatu tentu memerlukan sebuah proses, proses yang mungkin hanya bisa dirasakan oleh masing-masing dari kita. Misalnya, untuk menjadi seseorang pengusaha sukses, tentu banyak proses yang telah dilalui seperti gagal dalam berbisnis, mengalami kerugian yang besar atau bahkan krisis harapan. Bagaimana upaya untuk bangkit, itulah yang menjadi kunci utama. Bersyukur dengan segala capaian-capaian kita, sekecil apapun hal yang telah kita capai. Hal tersebut layak untuk disyukuri.





 
 
 

Comments


Post: Blog2_Post

Subscribe Form

Thanks for submitting!

©2020 by Catatan Siska. Proudly created with Wix.com

bottom of page